![]() |
| Dr KH. Muhammad Aiz (Putra Syaikh Muhajirin) bersama Plt Walikota Bekasi HUT RI 78 |
Kota Bekasi, 19 Agustus 2023 - Di tengah semarak kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, suatu momen yang tak terlupakan telah terukir di bumi Bekasi Timur. Gelombang emosi dan penghormatan merebak di Lapangan Alun-alun Kota Bekasi pada Kamis, 17 Agustus 2023, ketika pahlawan tak hanya diabadikan dalam peristiwa sejarah, melainkan juga di setiap sudut jalan kota ini. Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H, dengan penuh keyakinan dan kebahagiaan, berhadapan dengan Plt. Walikota Bekasi, Bapak Tri Ardhianto, merayakan momen istimewa ini.
Dalam aura kehangatan pagi itu, ketika semilir angin berbisik pesan kebebasan, hadiah tak terhingga diberikan kepada mereka yang telah menyumbangkan cahaya di tengah kegelapan. Salah satu dari mereka adalah wajah mulia, namun kehadirannya selalu menerangi: KH. Muhammad Muhajirin bin Amsar Ad Dary. Dalam perhelatan megah ini, para tokoh yang telah mendedikasikan hidup mereka bagi kemajuan kota ini, dihormati dengan cara yang tak terlupakan - nama-nama mereka akan melintasi waktu dalam setiap jalan yang dilalui oleh generasi yang akan datang.
Namun, dalam cahaya kejayaan ini, seperti bayangan dan cahaya, dua sisi yang tak terpisahkan. Masyarakat pun dihadapkan pada pro dan kontra, diskusi hangat tentang apa yang benar dan apa yang lebih benar lagi. Penghargaan ini telah membawa sorotan tak hanya pada diri tokoh yang bersangkutan, tetapi juga keluarga, murid-murid, dan masyarakat luas Kota Bekasi. Kehadiran kami dari MPM Pers Marhalah, suatu sore yang mendalam, bukan hanya untuk memberikan sorotan pada momen ini, melainkan untuk memperoleh pandangan lebih dalam dari Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H. Mengenai responsnya terhadap penghargaan yang diberikan kepada Syaikhuna Muhammad Muhajirin dan pengaruh positif yang akan memancar dari momen bersejarah ini dalam kehidupan kota.
![]() |
| Dr. KH. Muhammad Aiz M.H Dalam Wawancara |
"Pertama-tama, atas nama keluarga besar Syaikhuna dan keluarga besar Annida Al Islamy, kami ingin mengungkapkan terima kasih tulus kepada Bapak Plt. Walikota Bekasi atas penghargaan yang telah diberikan kepada para tokoh kita," kata Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H. Tatapan matanya memancarkan rasa bangga yang mendalam, seperti pelangi setelah hujan. "Pemberian penghargaan ini bukan hanya untuk satu tokoh, tetapi untuk beberapa individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah Syaikhuna Kiyai Muhajirin. Keluarga kami merasa bersyukur dan dihargai oleh apresiasi ini. Dalam pandangan kami, dampak positif yang paling berarti adalah harapan kami agar setiap warga Kota Bekasi meresapi dan mengerti sejarah, baik yang berkaitan dengan perjuangan maupun pendidikan. Sebab, tanpa diragukan lagi, Syaikhuna Syekh Muhammad Muhajirin adalah salah satu pilar pendidikan di Kota Bekasi, khususnya dalam pendidikan agama. Kehadiran beliau adalah benih kebijaksanaan yang telah mengubah pemandangan pendidikan di sini. Saya yakin, jika beliau tak pernah ada, Bekasi akan menjadi jauh berbeda, terutama dalam pencerahan agama. Buktinya nyata: berapa banyak murid yang telah menerima anugerah ilmu dari Kiyai Muhammad Muhajirin, yang kini tersebar di seluruh pelosok kota." Suara Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H, tak hanya berbicara, tetapi juga merangkai harapan dan kenangan menjadi jalinan pesan yang berarti.
Syaikhuna Muhajirin bukanlah sekadar nama di dinding atau papan tanda. Ia adalah cahaya yang menyinari jejak para generasi penerus. Melalui ilmu agamanya, ia telah membawa semangat, warisan, dan pedoman hidup yang melekat di hati para muridnya. Masyarakat kini tak lagi melihatnya sebagai seorang guru, tetapi sebagai sumber inspirasi yang melekat pada setiap langkah mereka. Dalam ruang hati mereka, nilai-nilai suci dan kebijaksanaan yang ia wariskan mekar dan menggema. Menjadi seorang ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi membentuk jiwa dan karakter, Syaikhuna Muhajirin telah merajut jaringan pengikut yang tak terbatas oleh batas geografis. "Kami berharap bahwa semua ini akan membawa implikasi baik dan positif," Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H, tidak hanya berbicara atas nama dirinya sendiri, tetapi juga sebagai suara hati ratusan ribu yang telah merasakan manfaat dari cahaya yang dipancarkan oleh Syaikhuna.
Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H, adalah penjaga cahaya, penjaga warisan, dan penjaga harapan. Dengan nama jalan yang diabadikan sebagai nama Syaikhuna Muhammad Muhajirin, tanggung jawab yang tak terhingga pun lahir. Tanggung jawab ini, tidak hanya tanggung jawab untuk merawat batu dan aspal, tetapi juga tanggung jawab moril yang tak terhingga. Dalam kata-katanya yang tulus, Bapak Dr. KH. Muhammad Aiz, M.H, mengungkapkan pikirannya, "Kita semua, para murid Syaikhuna Muhammad Muhajirin, memiliki tanggung jawab ini, setidaknya tanggung jawab moril. Kita dituntut untuk mengembangkan dan meneruskan ilmu yang telah diberikan oleh beliau. Kita berharap bahwa pendidikan di Kota Bekasi, terutama di Pondok Pesantren, tidak hanya menerima perhatian dalam bentuk materi dan anggaran, tetapi juga dalam bentuk afirmasi, pemberdayaan ekonomi, dan aspek lainnya. Apa yang menjadi tonggak perubahan dalam masyarakat, telah ditanamkan oleh tokoh-tokoh dahulu, dan kita harus menjaga kejayaan ini."
Tak ada kata yang mampu menggambarkan perasaan yang tengah menggelora di hati masyarakat, terutama para murid Syaikhuna. Namun, satu hal pasti: cahaya yang dinyalakan oleh Syaikhuna Muhajirin telah membawa kebahagiaan yang tak tergantikan, seperti mentari yang menyinari setiap sudut jiwa. Laporan dari Hilma Nahdiya ini menghadirkan wawasan mendalam, memperkenalkan kita pada momen bersejarah yang menggetarkan, dan melukiskan sosok yang tak hanya mengajar, tetapi memberi hidup pada ilmu.
Sepotretan para fotografer, Saidul Hirlani dan Gorby Saputra, telah mengabadikan kilasan emosional dan pesona momen ini. Mereka mengabadikan lebih dari sekadar gambar - mereka menangkap semangat, harapan, dan makna di balik setiap senyuman dan tatapan. Dalam jepretan mereka, terlihat bukan hanya sebuah peristiwa, melainkan kisah nyata tentang bagaimana suatu nama bisa merubah takdir suatu kota.
Dalam peringatan HUT RI ke-78, Bekasi Timur bukan hanya merayakan kemerdekaan bangsa, tetapi juga merayakan kemerdekaan dari ketidakpedulian terhadap warisan yang tak ternilai. Syaikhuna Muhajirin telah menjadi bagian dari harapan, ilmu, dan semangat yang tak akan pernah padam. Di setiap langkah yang kita ambil, nama ini akan selalu menyala, memberi petunjuk dan inspirasi. Sebuah nama yang tak hanya tercetak dalam tanda jalan, tetapi juga terukir dalam jiwa setiap individu yang menyatu dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh tokoh ulama yang agung ini.

.jpeg)



